Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

KENAPA ISLAM MENGHARAMKAN BABI



KENAPA ISLAM MENGHARAMKAN BABI
(Khazanah Islam Trans 7)

 Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:

 ⊙ 1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.

 ⊙ 2. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.

 ⊙ 3. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.

 ⊙ 4. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.

 ⊙ 5. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

 ⊙ 6. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

 ⊙7. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia --Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular-- menyatakan: daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.

 Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.

 Dari buku: Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari'at dan Sains Modern

Selasa, 11 November 2014

BENARKAH TOXOPLASMA DISEBABKAN OLEH KUCING?



BENARKAH TOXOPLASMA DISEBABKAN OLEH KUCING???
(Khazanah - Trans 7)

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang MITOS TENTANG KUCING. Ada yang bertanya tentang Toxoplasma yang disebabkan oleh kucing. Akan kita bahas disini.

Kalau ada yang paling trauma dengan Toxoplasmosis tentulah dia dari kalangan IBU atau para WANITA. Betapa tidak, konon Toxoplasma adalah penyebab kemandulan wanita atau hidrocephalus pada bayi yang dilahirkannya.

Toxoplasma juga erat dihubung-hubungkan dengan “si meong” yang biasa berkeliaran di sekitar rumah kita. Maka tak heran jika akibatnya si pus lucu yang tak berdosa itu menjadi “kambing hitam” bahkan lebih parah, menjadi “monster” yang dibenci dan ditakuti oleh sebagian orang, terutama ibu-ibu atau para wanita tadi. Sebenarnya apa sih Toxoplasmosis itu?

Dan benarkah tuduhan yang ditujukan pada kucing sebagai penyebab timbulnya Toxoplasmosis pada manusia? Tulisan ini mencoba menjawab keresahan yang ditimbulkan akibat kurangnya pengetahuan kita tentang seluk beluk Toxoplasmosis dan cara penularannya.

Penyakit Toxoplasmosis berasal dari infeksi parasit Toxoplasma gondii, perlu digarisbawahi “parasit”, bukan virus seperti yang sering salah kaprah ditudingkan oleh orang-orang yang “emoh” dengan kucing. Parasit Toxoplasma ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop elektron.

Toxo artinya lengkung dan plasma artinya bentuk karena memang parasit ini berbentuk seperti bulan sabit jika dilihat dengan mikroskop. Sedangkan gondii diambil dari nama hewan sejenis tikus yang diketahui pertama kali mengandung organisme ini yaitu pada tahun 1908 di Tunisia, sedangkan pada manusia baru ditemukan pada tahun 1923 di Cekoslowakia.

Bagaimana penularannya pada manusia?
Pemahaman yang sering berkembang di masyarakat awam adalah bahwa Toxoplasma adalah virus yang terdapat pada bulu atau kotoran kucing dan dapat menimbulkan kemandulan wanita atau cacat (hydrocephalus) pada bayi yang dilahirkannya. Pemahaman ini harus segera diluruskan.

Bahwa Toxoplasma bukanlah virus telah dijelaskan di atas. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu:
1. secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya.
2. memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang).
3. infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan. Seorang ibu hamil yang terinfeksi Toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital.
4. melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis. Itu saja!

Satu hal yang juga perlu dicermati adalah bahwa penyakit ini tidak mengenal gender, artinya ia tidak saja menginfeksi wanita tapi kaum pria pun tidak sedikit yang terinfeksi. Penyakit ini pada umumnya tergolong penyakit yang asimptomatis, maksudnya tidak menampakkan tanda-tanda klinis pada korban yang terinfeksi.

Penderita toxoplasmosis juga tidak selalu menyebabkan kemandulan atau keguguran si jabang bayi, tapi bisa juga menyebabkan radang paru-paru, hydrocephalus, gangguan penglihatan sampai kebutaan. Tapi sering pula tidak menimbulkan gangguan apa-apa. Biasanya Toxoplasmosis akan menampakkan gejala klinis jika ada interkurensi infeksi misalnya dengan virus atau protozoa lain atau pada kondisi stress dan immunosupresi (penurunan daya tahan tubuh, seperti pada penderita kanker dan AIDS).

Lantas, hubungannya dengan kucing?
Kucing dan juga hewan-hewan lain dari famili Fellidae seperti cheetah, leopard dan lain-lain merupakan induk semang defenitif dari Toxoplasma gondii, penyebab toxoplasmosis. Jadi seandainya di dunia ini tidak ada kucing dan hewan sebangsanya itu maka parasit toxo pun tak dapat menyempurnakan siklus hidupnya.

Tapi lantas bukan berarti kita harus “menghabisi” hewan yang disayang Nabi ini. Tidak semua kucing harus dituduh sebagai penyebab toxoplasmosis, sangat kasihan jika ternyata mereka harus ditelantarkan. Pun sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena pada hakekatnya semua hewan berdarah panas termasuk burung dan mamalia bisa terinfeksi parasit ini, yaitu sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host).

Hanya saja hewan-hewan intermediated host ini tidak bisa menulari manusia selama kita tidak mengkonsumsinya. Beda dengan kucing. Karena pada usus halus kucinglah Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces/kotorannya.

Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi “sangat berdosa” bagi sebagian kita sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya. Ini tidak adil, bukan? Lantas, perlakuan “adil” bagaimana yang seharusnya kita tempuh agar kucing tak lagi tertuduh dan kita juga terhindar dari bahaya?

Berikut adalah tipsnya:

1. Sediakan pasir/tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari.
2. Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa.
3. Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, tapi masaklah terlebih dahulu.
4. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
5. Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
6. Hindari memakan daging mentah/setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
7. Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
8. Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging/jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya.
9. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma. 10. Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakannya buang kotoran tidak sembarangan yaitu di kamar mandi sehingga mudah dibersihkan.

Terakhir, sesungguhnya bukan sebab seseorang memelihara kucing atau tidak, juga bukan karena seseorang “akrab” dengan kucing atau tidak yang membuka peluang terkena penyakit toxoplasmosis ini, melainkan bagaimana cara orang tersebut menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.

Karena seorang yang teramat “anti” dengan kucing pun bisa saja terinfeksi Toxoplasma jika tidak peduli dengan kebersihan. Misalnya malas mencuci tangan saat hendak makan atau gemar memakan daging mentah/setengah matang.

Dan sebaliknya, seorang yang hidup dengan banyak kucing disekelilingnya bisa tetap aman dari toxoplasmosis selama dia peduli dan menjaga kebersihan. Mudah-mudahan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar rumah kita terhindar dari ancaman Toxoplasma yang selama ini menakutkan, hingga kitapun dapat berkata dengan tenang: “Toxoplasmosis, siapa takuuut…!!!”.

Minggu, 09 November 2014

Hikmah Dibalik Rumus Matematika Sederhana



Hikmah Dibalik Rumus Matematika Sederhana
Khazanah Islam Trans 7

 Misteri Matematika Dalam Kehidupan kita ternyata sangat banyak,

 Pernahkah Anda berpikir bahwa:
 1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
 2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
 PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
 3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
 Hikmahnya adalah :
 (+) PLUS = BENAR
 (-) MINUS = SALAH
 1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
 Rumus matematikanya :
 + x + = +
 2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
 Rumus matematikanya :
 + x - = -
 - x + = -
 3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
 Rumus matematikanya :
 - x - = +
 Pelajaran matematika yang terkesan sederhana itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

 Katakanlah yang haq, walaupun itu pahit  Semoga Bermanfaat.

Jumat, 24 Oktober 2014

TENTANG KUCING

TENTANG KUCING

 Ternyata selama ini kita sudah di bodohi oleh mitos kedokteran
 tentang kucing.. Dunia kesehatan mengatakan bahwa kucing itu
 berbahaya, mulai dari bulunya hingga air liurnya..

 Hal ini dibarengi dengan politik XXI untuk mengangkat citra Anjing..

 Dan sehingga, orang yang menonton XXI akan berpandangan
 bahwa Anjing itu binatang yang sehat dan bersahabat..

 Namun, bagaimanakah fakta sebenarnya??

 Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama
 Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya,
 ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas
 jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi
 pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

 Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk
 sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih
 sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu
 sebanyak tiga kali.

 Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya,
 nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah
 satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika
 mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti
 mengikuti lantunan suara adzan.

 Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing
 peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.

 Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah
 serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang
 seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan
 tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi
 Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini
 adalah siksa neraka.

 Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

 Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis.

 Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas
 minum kucing karena dianggap suci.

 Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan
 bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui
 kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

 Keistimewaan Kucing

 Fakta Ilmiah 1 :
 Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur
 bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan
 otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai
 benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut
 seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk
 membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun
 cairan yang jatuh dari lidahnya.

 Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

 Fakta Ilmiah 2 :
 Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai
 perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam
 telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.

 Di samping itu,
 dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus.
 Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam
 mulut dan lidahnya.

 Hasil yang didapatkan adalah :

 1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman,
 meskipun dilakukan berulang-ulang.

 2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif
 sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.

 3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil
 negatif berkuman.

 4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian,
 kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman
 biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang
 terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus.
 Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.

 5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

 6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian
 laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman
 dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

 Komentar Para Dokter Peneliti

 - Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit
 Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah
 kucing.

 - Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
 - Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak
 terdapat pada anjing,

 - Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.

 - Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah
 menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang
 bemama lysozyme.

 - Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat
 subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air
 (lumpur, genangan hujan, dll)

 - Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia
 tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.

 - Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang
 menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

 Fakta Ilmiah 3 :
 Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.
 Fakta Ilmiah Tambahan :

 Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi.

 Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
 Sisa makanan kucing hukumnya suci.

 Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu
 Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan
 air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin
 minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu
 minum.

 Kabsyah berkata, “Perhatikanlah. ” Abu Qatadah berkata, “Apakah
 kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

 Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan
 bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu,
 beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

 Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya
 Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori
 sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

 Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang
 menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk
 bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah
 sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.

 Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

 Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.
 Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu
 membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah
 memakannya.

 Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang
 berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari
 sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-
 Daruquthni).

 Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain.
 Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan
 membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia.
 Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang
 kepada Muezza, Kucing kesayangannya. [islampos/berbagai sumber]

 Subhanallah...

PENGARUH DZIKIR TERHADAP OTAK KITA



PENGARUH DZIKIR TERHADAP OTAK KITA
(Khazanah Trans7)

 Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan dzikrullah, ketahuilah hanya dengan mengingat Allah itu, hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d, ayat 28)

 OTAK hanyalah aktivitas-aktivitas bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggung-jawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu untuk memungkinkan ia bekerja dengan sempurna.

 Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain. Semua aktivitas yang kita lakukan dan pemahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah dari aliran interaksi bio-listrik yang tidak terbatas.

 Oleh itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan satu aliran bio-listrik di wilayah saraf otak tersebut.

 Bila zikir disebut berulang-ulang kali, aktivitas saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-listrik. Lama-kelamaan kelompok saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kelompok saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan.
 Otak mulai memahami hal baru, melihat dari sudut perspektif berbeda dan semakin kreatif dan kritis, sedang sebelum berzikir otak tidak begini. Otak yang segar dan fit secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.
 Hasil penelitian laboratorium yang dilakukan terhadap subjek ini dimuat dalam majalah Scientific American, edisi Desember 1993. Satu penelitian yang dilakukan di Universitas Washington dan tes ini dilakukan melalui tes pemindaian PET yang mengukur kadar aktivitas otak manusia secara tidak sadar.
 Dalam penelitian ini, sukarelawan diberikan satu daftar kata benda. Mereka diharuskan membaca setiap kata tersebut satu persatu dan menghubungkan kata-kata dengan kata kerja yang terkait. Ketika sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bagian berbeda otak menunjukkan peningkatan aktivitas saraf, termasuk di bagian depan otak dan korteks.
 Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi daftar kata yang sama berulang-ulang kali, aktivitas saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain. Ketika daftar kata baru diberikan kepada mereka, aktivitas saraf kembali meningkat di daerah pertama.
 Ini sekaligus membuktikan secara ilmiah bahwa kata yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kebugaran otak dan menambah kemampuannya.
 Subhanallah, “maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?” [inbermu]
 Semoga bibir kita lebih banyak dibasahi dengan dzikir dan doa daripada membahas kejelekan orang lain. Amiin