Selasa, 11 November 2014

MY CERPEN-MASA LALUKU ( kisah nyataku )




MASA LALUKU
( kisah nyataku )
By: e g o n
         Malam adalah saat yang paling aku takutkan. Bukan karena hantu atau apapun, tapi karena akhir-akhir ini aku sering mimpi tentang kenangan masa laluku. Masa lalu yang sangat indah, menyimpan berjuta kenangan manis. Tapi dibalik itu, tersimpan sebuah luka. Luka yang teramat sakit…….
         Tapi… tak mungkin malam ini aku tak tidur, besok aku harus sekolah. Biarlah, apapun yang nantinya akan muncul dalam mimpiku akan aku terima.
         Aku melangkahkan kaki ke tempat tidurku, ku ambil selimut dan bantal, kupejamkan mata. Semoga malam ini aku bisa tidur dengan tenang……….
***
         Tak terasa sudah lebih dari 4 tahun kami bersama, menjalani cinta yang penuh dengan kenangan. Walaupun hubungan ini tak selalu sesuai dengan keinginan, karena beberapa masalah yang sempat menggoyahkan hubungan kami. Tapi semua masalah itu dapat kami selesaikan. Hubungan aku dan Feby sudah sangat begitu kuat.
         Aku mengenal Feby saat aku masuk kelas SD, tapi kami dekat saat kelas 2 SD. Tak kan pernah terlupa olehku kapan kami jadian……
         Hari itu adalah hari kamis, hari itu aku ingin memberikan surat yang aku tulis semalam. Karena aku tidak berani memberikan langsung, maka aku tunggu waktu yang tepat. Saat jam istirahat, aku sengaja tidak keluar kelas. Begitu semua teman keluar kelas, aku memasukkan surat itu ke dalam tas Feby. Aku hanya tinggal menuggu hari esok, menunggu bagaimana jawaban dari feby.
         Aku melangkahkan kaki ke sekolah dengan perasaan was-was, aku benar-benar penasaran bagaimana jawaban dari Feby. Pergi sekolah dengan memakai pakaian melayu, dengan membawa sebungkus nasi. Hari ini adalah hari jumat, sekaligus peringatan isra’ miraj nabi Muhammad saw. Semua kegiatan pembelajaran di sekolah hari ini diberhentikan.
         Setiba di sekolah, aku tidak melihat Feby. Tapi yang ku temukan adalah Yoky, saudara kembarnya Feby.
         “Egon, sini Gon. Ada yang mau aku katakan padamu” panggil Yoky.
         Aku segera melangkah kan kaki ke arah Yoky.
         “ ada apa Ky?” tanyaku
         “ kemarin kamu memasukkan surat kedalam tas Feby ya?”
         “enggak kok”
         “ jangan bohong deh”
         Sejenak aku diam.
         “iya….” Jawabku malu-malu. “trus gimana, di terima gak?”
         “di terima kok…” jawab Yoky dengan penuh tersenyum.
         “ serius..??”
         “ sumpah” Yoky berusaha meyakinkan ku.
         Aku benar-benar sangat senang, tak ku sangka cintaku di terima. Peringatan isra’ miraj menjadi begitu indah dan bersejarah. Apa lagi pulang sekolah aku menerima surat balasan dari Feby, dan ternyata Feby juga menyukaiku.
         Banyak yang mengatakan bahwa cinta kami adalah cinta ingusan. Kami tak peduli, dan bahkan tak terasa UN sudah kami hadapi. Tapi kami masih menjalin hubungan sampai hari ini. Dan hari ini adalah hari untuk melihat nomor kelulusan.
         “ seandainya kamu lulus, kamu mau melanjutkan sekolah ke mana Gon?” Tanya Feby.
         “ entah lah, aku belum tahu. Kalau kamu?”
         “ aku juga belum tahu” jawab Feby dengan nada lemah.
         Namun pembicaraan kami terhenti ketika Kepsek memanggil untuk segera melihat papan pengumuman kelulusan. Dengan was-was kami berlari, dan ternyata kami lulus 100%. Dengan serentak kami berlari menuju rakit dan terjun ke sungai kuantan bersama-sama. Aku terjun dengan memegang tangan Feby, terjun dengan penuh rasa bahagia. Dan tak ku sangka hari itu adalah hari terakhirku bertemu dengan Feby.
         Untuk melanjutkan sekolah, aku memilih sekolah terdekat. Dengan penuh harapan Feby juga sekolah di tempat yang sama. Namun sayang sekali, karena orang tuanya lebih menginginkan Feby sekolah di tempat yang lebih tinggi mutu pendidikannya, harus memisahkan kami. Hal ini benar-benar membuatku terpukul, menenggelamkanku dalam duka kesedihan. Baru sekarang aku merasakan luka yang begitu menyakitkan, aku benar-benar terpukul menerima kenyataan ini.
***

         “ Gon, Gon, bangun Gon. Orang sudah azan. Cepat bangun Gon” Ucap Ryan sambil menggoyangkan tubuhku.
         Dengan tubuh yang basah karena keringat, segera aku ambil sarung dan peci untuk segera shalat subuh.
         Ah… Lagi-lagi kenangan itu kembali muncul dalam mimpiku dan mengganggu tidurku…………

Minggu, 04 maret 2012

Inspirasi- 20 Tahun Membelah Bukit Demi Cinta

Sebuah kisah kepahlawanan sejati diperlihatkan seorang lelaki India. Pasalnya ia bekerja tanpa pamrih, bukan demi julukan 'pahlawan', tak mengeluh sedikit pun ketika tak ada orang yang membantu. Yang penting, orang banyak bisa mengambil manfaat dari hasil kerjanya. Beginilah kisahnya.

Dashrath Manjhi tinggal di sebuah desa terpencil dan terisolasi dari daerah lainnya. Ini dikarenakan letak desanya yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbatu terjal. Tidak ada sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya di desa ini. Sehingga untuk ke berbagai tempat, para penduduk harus mendaki dan menuruni bukit begitu jauh.


Sudah sering para penduduk setempat menyampaikan keprihatinan mereka kepada pihak pemerintah, para warga minta agar di desa mereka dibangun jalan. Namun permintaan itu sia-sia belaka, pemerintah tak pernah mengabulkannya. Mungkin karena sulitnya struktur geografis di desa itu.

Berbagai usaha mandiri coba dilakukan warga desa untuk membuka jalan baru, namun semuanya gagal. Sampai pada akhirnya seorang Dashrath Manjhi mengambil inisiatif sendiri dan mulai melakukan pekerjaan selevel "Hercules".

Dashrath Manjhi menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk membuat jalan yang selama ini dia dan seluruh warga desa minta kepada pemerintah.
Bermodalkan alat seadanya seperti pahat, Dashrath Manjhi berhasil membelah bukit batu menjadi dua bagian.

Jalan yang terbentuk dari terbelahnya bukit ini cukup lebar untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak pengangkut barang.

Apa yang membuat Dashrath Manjhi mampu melakukan pekerjaan yang sangat berat ini selama 20 tahun?

Menurut penuturannya, rasa cinta kepada istrinyalah yang telah memberinya kekuatan untuk memulai pekerjaan berat ini, meskipun dia tidak lagi hidup untuk menyaksikan hasil dari jerih payahnya.

 
"Istriku, Faguni Devi, terjatuh dan terluka parah saat melintasi bukit ini. Pada waktu itu dia bermaksud membawakan air minum untukku. Saya bekerja di sebuah  peternakan yang terletak di balik bukit ini. Itulah hari dimana saya memutuskan untuk memahat bukit ini dan menjadikanya sebuah jalan." Kata Dashrath Manjhi.

Istri Dashrath Manjhi meninggal karena jatuh sakit dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit mengingat sulitnya perjalanan yang harus di tempuh antara desa mereka dengan Rumah Sakit.

"Cinta saya kepada istri saya adalah percikan awal yang telah menyalakan api keinginan saya untuk memahat jalan ini. Tetapi keinginan melihat ribuan penduduk desa melintasi bukit kapan pun mereka ingin, membuat saya sanggup bekerja selama bertahun-tahun tanpa ada rasa takut dan khawatir."

Dia juga mengatakan bahwa waktu pertama kali memulai pekerjaan ini, ia hanya sendirian. "Pada awalnya kebanyakan penduduk desa mengejek apa yang saya lakukan, tapi lama-kelamaan mereka mulai mendukung saya. Ada yang memberi makanan, ada juga yang membelikan peralatan untuk saya bekerja."

"Apa yang saya lakukan adalah untuk semua orang. Ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang bisa menghentikanmu. Aku tidak takut akan dijatuhkan hukuman oleh pemerintah atas pekerjaanku ini, sama seperti aku juga tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari Pemerintah, tutur Dashrath Manjhi.

Ironisnya, Dashrath Manjhi tidak menerima pengakuan apa-apa dari pihak Pemerintah, bahkan ketika ia meninggal dunia di tahun 2007, ia hanya menerima pengurusan pemakamannya oleh negara, tidak lebih.

Cinta memang bisa membelah gunung. Cinta pula yang bisa menjadikan bumi tempat tinggal yang lebih baik bagi semua insan.
Sumber:

MY CERPEN-CINTAKU DI S_TAR




CINTAKU DI S_Tar
By: E G O N
            Diam, Dia hanya diam saat ku tanya apa sebenarnya yang tlah terjadi.
 ‘’Ntan, apa yang sebenarnya terjadi?’’. Tetap saja Intan diam dan menundukkan kepalanya.
                Intan adalah teman sekolah ku di SMA N Pintar Kuantan Singingi, kami sama-sama baru masuk ke SMA ini. Baru 5 bulan kami sekolah di sini, tapi kami sudah jadi teman baik. Selain karena satu angkatan, kami juga dalam satu group band. Hal ini yang membuat kami dekat, dan akupun sudah cukup mengenalnya dengan baik Intan sering curhat pada aku, dia menceritakan masalahnya meskipun itu bersifat pribadi.
                Salah satu yang sering Intan curahkan adalah masalah hatinya, dia sering meminta saran maupun kritikan tentang hubungannya dengan kekasihnya yang juga temanku, namanya Alan. Aku lebih kenal dulu dengan Alan, dan dari Alan inilah aku kenal dengan Intan.
                Akhir-akhir ini hubungan Intan dan Alan kurang baik, ntah apa penyebab pastinya. Tapi sedikit aku tahu bagaimana hubungan mereka, hubungan yang selama ini sangat harmonis tiba-tiba berubah. Bahkan sekarang ku dengar hubungan yang harmonis itu telah berakhir dan inilah yang ku tanyakan pada Intan. Tapi Intan hanya diam, menundukkan kepala dengan raut wajah yang sayup. Dan hal ini membuatku menghentikan pertanyaanku, ku tak ingin dia semakin sedih karena pertanyaanku. Ku putuskan untuk mengundurkan semua pertanyaanku………
***
                Terdengar canda tawa dari siswa baru sma pintar setelah selesai mengikuti MOS, seperti baru merdeka dari penjajah. Begitupun dengan sekelompok wanita, mereka bicara dengan penuh kebahagiaan. Ya, ada 4 orang wanita disana diantaranya Intan, Delfa, Mega dan Lisa.
                ‘’akhirnya bebas juga….’’ucap Delfa.
 ‘’iya Del, sekarang kita bebas. Tak ada yang akan ngerjain kita lagi.’’ Mega pun lansung menanggapi ucapan Delfa. Delfa dan Mega bicara dengan asyiknya, mereka tak menyadari Intan yang sejak tadi diam sedang memikirkan sesuatu.
 ‘’ada apa,Ntan?’’ ucap Lisa yang sejak tadi memperhatikan Intan.
 ‘’gak ada apa-apa kok’’.
 ‘’sudah Ntan, jujur aja. Aku tahu kamu lagi memikirkan sesuatu, ada apa?’’ Lisa kembali mengulangi pertanyaannya.
’’kamu tahu Alan gak, itu anak yang akhir-akhir ini dekatin kita?’’.
’’oh dia, ada apa sih dengan tu anak.’’.
 ‘’ada yang aneh saja’’, ucap Intan.
’’sudahlah, ngapain mikirin tu anak. Lebih baik kita keasrama, mandi dan tidur. Besokkan sekolah akan dimulai, lets go…’’ ucap Lisa. Akhirnya kedua remaja itu pergi, tapi Intan masih terlihat penasaran.
Tak terasa sudah satu minggu sekolah berlangsung, dan hari ini semua siswa diizinkan pulang. Semua siswa saling menyalami teman-temannya.
’’nanti kalau sudah sampai rumah, sms ya Del’’ucap Intan.
’’tentu’’ balas Delfa singkat.
 ‘’aku pulang duluan ya, aku sudah di jemput’’.
 ‘’hati-hati ya Ntan’’ balas Delfa.
 Intan pun segera mengayunkan kakinya menuju orang tuanya. Setelah menyalami ortunya, Intan langsung berangkat karena rumahnya cukup jauh. Baru motor yang dinaikinya bergerak, tak sengaja Intan melihat Alan yang juga melihatnya dengan suatu senyuman. Hati Intan pun berdegup kencang melihat senyuman itu dan membalas senyumannya….
‘’Ternyata suasana di rumah tak jauh berbeda dengan sebelumnya’’,ucap Intan saat baru sampai di rumahnya yang sudah satu minggu di tinggalkan karena Intan hidup di asrama sekolah. Intan langsung masuk dan merebahkan tubuhnya ke kamar karena kelelahan. Maklum, di sekolah waktu istirahat sedikit dan perjalanan pulang cukup jauh.
Pikiran Intan menerawang jauh mengingat sekolah  dan teman-teman barunya. Namun lamunan itu buyar saat hp nya berdering, ada pesan masuk. Pesan itu datang dari Alan, dia hanya mengucapkan selamat sore. Intan pun membalas sms itu, dan aksi balas sms ini merekapun menjadi terasa dekat.
Setelah sekian lama sms-an, Intan terkejut dengan sms balasan Alan sangat sulit dipercaya. Alan mengungkapkan perasaanya bahwa dia menyukai Intan. Intan pun menjadi resah, bukan karena dia tidak suka pada cowox itu tapi Intan sudah punya pacar. Cukup lama Intan berpikir, akhirnya dia memutuskan menerima Alan dan akan mengakhiri hubungan dengan pacar lamanya.
 Intan langsung membalas sms dari Alan dan menyatakan bahwa dia juga mencintai Alan. Pada saat itu pun Intan mengakhiri hubungannya dengan pacarnya lewat hp nya tanpa memikirkan perasaan pacarnya itu. Sms antara Intan dan Alan berlangsung hingga larut malam……………
***
Hanya satu hari Intan di rumahnya, kini saat nya dia kembali ke sekolah. Kembali terkurung dalam dalam sekolah yang begitu megah, kembali bertemu teman barunya yang berasal dari berbagai daerah di kuantan singing.
Di sekolah Intan sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya dan bersama Alan. Disinilah aku kenal dengan Intan karena aku selalu bersama Alan. Aku dan Alan telah membuat sebuah grup band, dan atas keinginan Alan yang ingin Intan masuk dalam band itu. Maka aku mengizin untuk Intan masuk dalam band ini sebagai vokalis yang akan di duetkan denganku.
Sudah empat bulan hubungan Intan dan Alan berlansung, semua berjalan dengan penuh kebahagiaan. Hingga pada suatu saat ketika sedang latihan band, entah kenapa Alan sebagai gitaris memainkan gitarnya secara acak-acakan. Dan ini membuat personil lainnya sedikit emosi, dan saat ditegur dia hanya diam dan pergi tanpa kata meninggalkan ruangan latihan.
‘’dia kenapa Ntan?’’ Tanya ku pada Intan.
’’gak tau , perasaan tadi dia baik-baik saja’’, balasnya.
 Aku memaksakan pikiranku untuk berfikir, menganalisa apa yang terjadi.pemikiranku terhenti saat ada satu hal yang muncul dalam benakku.
’’apa jangan-jangan dia….” Aku menghentikan ucapanku karena aku merasa hal itu tak begitu besar kebenarannya.
 “ada apa Gon?” Tanya Intan.
”gak ada apa-apa kok”.
”Jangan bohong Gon, aku tahu ada sesuatu”,ucap Intan menatap tajam.
Aku tetap saja diam.
“ Egon, ada apa. Bilang lah…” Intan semakin memaksa.
”begini, apakah mungkin Alan marah karena cemburu”
 “cemburu? Sama siapa?”.
”sepertinya dia marah karena aku nyanyi duet sama kamu”.
” Masa iya…” balas Intan seolah-olah tak percaya.
”trus apa lagi coba,” aku berusaha meyakinkan Intan.
 Intan pun hanya diam.
”baiklah latihan hari ini sampai di sini saja, besok kalau ada waktu kita latihan kembali” ucapku.
 Dan akhirnya perkumpulan itupun bubar.
Sejak kejadian itu kami tidak pernah lagi latihan, semua masalah itu kami diamkan karena kami yakin semuanya akan kembali seperti semula seiring dengan berjalannya waktu. Diantara kami hanya Alan yang terasa asing, dia hanya diam saat bertemu dengan kami meskipun dia berpapasan dengan Intan yang saat ini masih kekasihnya. Kami benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi, entah apa penyebabnya Alan seperti itu. Tapi aku tak terlalu peduli dengan masalah itu, sampai ku dengar sebuah berita buruk….
“apa…?” Intan seakan tak percaya dengan beritu itu,
 “serius Gon?” ujarnya.
 “sumpah Ntan, dia sendiri yang bilang kalau dia ingin keluar dari band kita” aku berusaha meyakinkan Intan.
 “tapi kenapa….?”
“aku juga tidak tahu…”
Wajah Intan berubah, dia terlihat tak bisa menerima hal ini. “trus sekarang gimana donk Gon……”ucap Intan sayup.
“ kita jalani saja semuanya, kita tetap akan melangkah walau pun tanpa Alan. Tapi ada satu hal yang benar-benar tak aku bisa pahami….”
“ ada apa Gon?”
“sekarang dia bergabung dengan band lain….”
“apa…….” Intan benar-benar terlihat sangat emosional.
“memang sulit dipercaya, tapi itulah kenyataanya, dia sendiri yang mengatakan itu padaku.”
“kalau begitu, ayo pergi…” Intan lansung berdiri.
“kemana?”
“mencari Alan”
“untuk apa?”
“aku ingin bicara dengannya dan memastikan semuanya?” ucap Intan dengan nada sedikit tinggi.
“sebaiknya jangan Ntan”
“kenapa?”
“ini tak akan menyelesaikan masalah, malahan ini hanya akan menambah masalah. Jangan hanya gara-gara ini kalian bertengkar”aku berusaha menahan Intan.
“tapi Gon…i
“sudahlah, sebaiknya kau tenangkan pikaranmu” Aku lansung memotong pembicaraan Intan.
Intan pun hanya diam, dia terlihat sangat kesal.
“sebaiknya kita segera ke asrama, sebentar lagi waktu shalat asar masuk” ucapku mengakhiri pembicaraan. Kami segera bubar untuk kembali ke asrama.
Sebenarnya  ada satu hal yang ingin aku sampaikan pada Intan, tapi aku ragu akan kebenaran tantang hal itu. Dan keraguan itu sudah lenyap setelah aku melihat sendiri Alan sedang bersama dengan seorang perempuan, perempuan itu tak lain adalah Lisa, teman Intan sendiri.
Dan ku dengar pertemanan Intan  dan Lisa sedang tidak baik, ntah apa penyebabnya. Dan ku juga sering melihat Lisa dan Alan dekat, tapi ku pikir mereka hanya temanan. Tak diragukan lagi, Alan sepertinya suka sama Lisa, tapi bagaimana dengan Intan? Setega itukah Alan?
***
                Malam itu Intan keluar untuk menemui Alan, Intan ingin memastikan sesuatu. Intan sudah tahu tantang kedekatan Alan dengan Lisa, dan Alan pun bersikap acuh tak acuh pada Intan. Intan merasa seperti kekasih tak dianggap, dan inilah yang ingin dia pastikan.
                “ ada apa ” ucap Alan saat bertemu Intan.
                “ ada yang ingin aku tanyakan “
                “ apa yang ingin kamu tanyakan?”
                “ kenapa akhir-akhir ini kamu berubah?”
                “ berubah apanya?” ucap Alan dengan santainya.
                “ sebaiknya katakan saja semuanya, kalau memang sudah tidak suka padaku sebaiknya katakan secara lansung” ucap intan.
                Mendengar perkataan Intan, Alan hanya diam.
                “ trus sekarang gimana “ ucapnya  lagi.
                Tetap saja Alan diam.
                “ apakah semuanya kita akhiri saja?” Tanya Intan.
                “ entahlah” balas Alan dengan nada agak rendah.
                “ ya sudah, Sampai disini saja” ucap Intan singkat.
                Setelah berkata seperti itu, Intan lansung pergi ke asrama. Sungguh, hati Intan sangat sakit karena sesungguhnya dia masih suka sama Alan. Namun dia tidak ingin di permainkan, mau tak mau semuanya harus di akhiri walaupun terasa sakit.
***
                Begitulah Ber, sampai sekarang aku masih belum bisa menerima kejadian malam tadi” ucap Intan dengan nada yang pelan, menggambarkan betapa sakit hatinya.
                “ memang itu sangat menyakitkan, tapi tak ada gunanya kamu terus mengingat semua itu. Mungkin ini yang terbaik, lelaki banci seperti itu tak pantas untukmu. Masih banyak yang lebih baik, masih banyak orang yang bisa menghargai dan menerimamu. Maka, berhentilah kamu ber sedih dalam masalah ini.”
                “ tapi, apakah mungkin aku bisa melupakannya?” ucap Intan dengan nada keraguan.
                “ tak ada yang tak mungkin, asalkan kamu benar-benar ingin melupakannya pasti kamu bisa.”
                “ tapi bagaimana caranya?”
                “ yang pertama yang harus kamu lakukan adalah ingat bahwa dia telah menyakitimu, ingat semua yang buruk padanya, ingat semua kenangan pahit yang tlah kamu dapat darinya.”
                  ya, akan ku coba melakukan itu,”
                “ satu hal yang harus kamu lakukan, kamu harus mencari kesibukan. Jangan sampai gara-gara ini nanti belajarmu terganggu. Sekarang sebaiknya kamu kembali ke asrama, tenangkan pikiranmu.”
                “ yah, sekali lagi terima kasih Ber”
                Intan pun berdiri,
                “ kan teman….” Ucapku sembari tersenyum.
                Akhirnya pembicaraanpun selesai, setidaknya Intan sudah mulai tenang dan sepertinya bebannya sudah sedikit berkurang. Semoga saja dia kuat dalam masalah ini, semoga semua ini cepat berlalu pergi. Cinta memang tak selamanya indah, ada kalanya cinta membawa luka. Beribu kenangan indah kini hilang dalam sekejap hanya karena satu luka.
                Tapi seandainya mereka bisa saling memahami dan bisa saling menerima kekurangan, ini tak akn terjadi. Tapi tak ku sangka masih ada lelaki yang pengecut seperti itu. Lelaki yang tak punya perasaan, bisa-bisanya menyakiti hati seorang perempuan. Semoga aku tidak termasuk lelaki seperti itu…….!!!
               
                 RABU, 15 FEBRUARY 2012


DISAAT KAMU MENCOBA MELUPAKAN SESEORANG, DISAAT ITULAH KAMU MENGINGATNYA

Gerak Jatuh Bebas

Gerak Jatuh Bebas



Pengantar
Contoh gerak dengan percepatan (hampir) konstan yang sering dijumpai adalah gerak benda yang jatuh ke bumi. Bila tidak ada gesekan udara, ternyata semua benda yang jatuh pada tempat yang sama dipermukaan bumi mengalami percepatan yang sama, tidak bergantung kepada ukuran, berat maupun susunan benda, dan jika jarak yang ditempuh selama jatuh tidak terlalu besar, maka percepatannya dapat dianggap konstan selama jatuh. Gerak ideal ini, yang mengabaikan gesekan udara dan perubahan kecil percepatan terhadap ketinggian, disebut gerak “jatuh bebas”.
Percepatan yang dialami benda jatuh bebas disebut percepatan yang disebabkan oleh gravitasi dan diberi simbol g. Di dekat permukaan bumi, besarnya kira-kira 9,8 m/s^2, dan berarah ke bawah menuju pusat bumi.
Persamaan Gerak Jatuh Bebas
Kita pilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi, dengan sumbu y positip diambil vertikal ke atas. Dengan pilihan ini percepatan gravitasi g dinyatakan dengan sebuah vektor yang berarah vertikal ke bawah dalam arah sumbu y negatip. Persamaan gerak dengan percepatan tetap dapat diterapkan di sini, tinggal menggantikan x dengan y dan mengambil yo = 0.Persamaan gerak jatuh bebas adalah sebagai berikut:

Hukum Percaya Pada Ramalan Dalam Islam



Hukum Percaya Pada Ramalan Dalam Islam
(Khazanah Islam Trans 7)

1. Shalatnya Tidak Diterima 40 Hari
 Disebutkan bahwa shalatnya tidak diterima sebanyak empat puluh hari. Nauzu billahi min zalik. Rasulullah saw bersabda:
 Siapa yang mendatangi arraf lalu ia menanyakan
 sesuatu dan membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.

 2. Kufur kepada Agama Islam
 Barangsiapa mendatangi Kahin , lalu membenarkan apa yang diucapkannya, niscaya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. {HR Abu Daud, at-Tirmidz Ibnu Majah, Ahmad dan ad-Darimi} Sebab, di antara yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. adalah bahwa hal-hal yang gaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.

 Allah berfirman:
 Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib tak ada
 yang mengetahuinya selain Dia sendiri. Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. {QS Jin: 26 -
 27}

 Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri tidak mengetahui
 hal-hal ghaib kecuali yang diberitahukan Allah kepadanya melalui wahyu,
 karenanya Allah berfirman kepadanya:
 Katakanlah, Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan
 bagi diriku dan tidak menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki
 Allah, dan sekiranya aku men getahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak- banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.